SOVIA: Rahim Intelektual bagi Dokter Perempuan Pertama Indonesia
|

SOVIA: Rahim Intelektual bagi Dokter Perempuan Pertama Indonesia

Penulis: Indira GaluhEditor: Cindy Marsitaully Tahun 1912 adalah tahun yang riuh bagi pendidikan di Batavia, namun sunyi bagi perempuan. Pintu STOVIA memang sudah terbuka, tapi dengan sebuah ironi: pemerintah kolonial mengizinkan perempuan masuk, namun menolak memberikan mereka tempat tinggal, biaya, atau masa depan di dinas medis resmi. Sejarah sering kali hanya mencatat Aletta Jacobs sebagai…

Aletta Jacobs: Perempuan yang Datang, Bertanya, dan Mengubah Segalanya

Aletta Jacobs: Perempuan yang Datang, Bertanya, dan Mengubah Segalanya

Penulis: Indira GaluhEditor: Cindy Marsitaully 18 April 1912. Seorang perempuan Belanda turun dari kapal di Batavia. Ia bukan pejabat. Bukan pula istri pejabat. Ia adalah dokter โ€” dokter perempuan pertama di Belanda โ€” dan ia datang dengan satu pertanyaan yang sederhana namun berbahaya: mengapa tidak ada dokter perempuan Bumiputera di sini? Enam bulan setelah pertemuan…

Anna Warouw: Dokter Perempuan Kedua yang Memilih Pulang

Anna Warouw: Dokter Perempuan Kedua yang Memilih Pulang

Penulis: Indira GaluhEditor: Cindy Marsitaully Malam di Batavia tidak pernah ramah bagi perempuan yang berjalan sendirian. Tapi Anna Warouw tidak pernah berjalan sendirian. Di tasnya, selalu ada tulang paha manusia. Bukan untuk menakuti โ€” bukan hanya untuk menakuti. Tulang itu adalah alat peraganya, dibawa pulang dari kelas anatomi untuk dipelajari di bawah lampu redup. Bahwa…

Marie Thomas: Perempuan Pertama yang Menembus Pintu STOVIA

Marie Thomas: Perempuan Pertama yang Menembus Pintu STOVIA

Penulis: Indira GaluhEditor: Cindy Marsitaully 26 April 1922. Seorang perempuan berdiri menerima diplomanya di tengah ratusan pria. Surat kabar Belanda menyebutnya “pionier.” Ia dihujani hadiah. Sayangnya, orang-orang lupa betapa sunyinya tahun-tahun awal saat ia menjadi satu-satunya perempuan yang merintis jalan di sana. Dari Likupang ke Batavia Marie Emilia Thomas lahir pada 17 Februari 1896 di…

Museum Harus Punya Suvenir untuk Daya Tarik

Museum Harus Punya Suvenir untuk Daya Tarik

Penulis: Muhammad Taufik, Tim Publikasi KatadataEditor: Dini Hariyanti Suvenir atau cendera mata berpengaruh terhadap daya tarik destinasi wisata museum dan cagar budaya (MCB). Berdasarkan Survei Katadata Insight Center (KIC) diketahui, mayoritas pengunjung MCB beranggapan bahwa suvenir adalah barang yang harus ada. Kajian ini menyasar MCB yang dikelola Badan Layanan Umum Museum dan Cagar Budaya Kementerian…

Informasi Jelas, Pengunjung Puas Main ke Museum dan Cagar Budaya

Informasi Jelas, Pengunjung Puas Main ke Museum dan Cagar Budaya

Katadata.id x Indonesian Heritage Agency Informasi Jelas, Pengunjung Puas Main ke Museum dan Cagar BudayaPenulis: Muhammad Taufik, Tim Publikasi KatadataEditor: Anshar Dwi Wibowo Badan Layanan Umum Museum dan Cagar Budaya (Indonesian Heritage Agency) yang mengelola layanan museum dan cagar budaya (MCB) terus melakukan pengembangan pelayanan. Hasil survei dari Katadata Insight Center menunjukkan, pengunjung relatif puas…

KAJIAN MATERIAL BANGUNAN MUSEUM KEBANGKITAN NASIONAL (Bagian 1)

Gedung Kebangkitan Nasional memiliki arti sangat penting dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia, karena menjadi saksi peristiwa pendidikan kedokteran di Indonesia dan menjadi tempat deklarasi organisasi pergerakan nasional pertama yang bernama Boedi Oetomo. Gedung yang dibangun pada 1899 dipugar pada April 1973, karena dalam perjalanannya mengalami beberapa kali pergantian fungsi. Gedung Kebangkitan Nasional memiliki arti penting…

Penelusuran Data Pendidikan pada Masa Hindu di Komplek Candi Gunung Kawi, Gianyar, Bali

Peradaban suatu bangsa tidak dapat lepas dari peran pendidikan, termasuk masa kebangkitan nasional bangsa Indonesia. Sejarah pendidikan menjadi penting sebagai refleksi dalam menentukan arah kebijakan pendidikan Indonesia di masa mendatang. Salah satunya adalah pendidikan tradisional yang sarat dengan kearifan lokal dan keselarasan alam yang belakangan ini mulai diadopsi kembali oleh instansi pendidikan modern. Museum Kebangkitan…

Mendirikan Boedi Oetomo, 9 Pelajar STOVIA ini Menggetarkan Sendi-Sendi Penjajahan Kolonial Belanda
|

Mendirikan Boedi Oetomo, 9 Pelajar STOVIA ini Menggetarkan Sendi-Sendi Penjajahan Kolonial Belanda

STOVIA (School Tot Opleiding Van Inlandsche Artsen) atau Sekolah Dokter Bumi Putera, menjadi tempat berkumpulnya pemuda pribumi yang cerdas dan kreatif, karena untuk menjadi pelajar STOVIA melalui serangkaian ujian yang sangat selektif. Mereka yang diterima menjadi pelajar STOVIA harus tinggal dalam asrama berdasarkan tingkat kelasnya yang memiliki peraturan sangat ketat, sehingga penghuninya dituntut untuk hidup disiplin dan…

Mohammad Amir: Tokoh STOVIA Dibalik Layar Kemerdekaan Indonesia

Mohammad Amir: Tokoh STOVIA Dibalik Layar Kemerdekaan Indonesia

Mohamad Amir lahir tanggal 27 Januari 1900 di Nagari Talawi, suatu perkampungan di pinggir sungai Ombilin dekat kota pertambangan batubara Sawahlunto di Sumatera Barat. Di Palembang M. Amir belajar sebagai siswa Hollandsch Inlandsche School (HIS), sekolah dasar yang diselenggarakan terutama bagi anak-anak pribumi, tetapi sebelum tamat HIS di Palembang, M. Amir pindah ke Batavia (kini:…