Satu hal yang mengagumkan dari Haji Agus Salim ialah luasnya bacaan yang menjadi santapan rohaninya. Ia ternyata tidak hanya membaca buku-buku politik dan agama saja, melainkan juga buku-buku sastra dan filsafat. Adalah aneh, seorang tokoh agama seperti dia menyenangi buku-buku Nietzsche, filsuf Jerman akhir abad 19 yang dianggap ateis itu.