Kebutuhan-kebutuhan yang mendesak akan kerani bersamaan dengan diperlakukannya politik liberal mendorong pemerintah Hindia Belanda memberikan pendidikan bagi kaum pribumi. Apabila pada akhir abad kesembilan belas pendidikan masih bersifat privat,khusus untuk anggota keluarga para Bupati di Jawa.
Setelah Sarikat Islam (SI), Jong Isalmiaten Bond (JIB) atau Sarikat Pemuda Islam dapat dikatakan sebagai fenomena lain dalam sejarah pergerakan nasional indonesia. Sarikat Islam menjadi fenomena bukan hanya karena jumlah anggotanya yang sangat fantastis menurut ukuran saat itu yaitu 2,5 juta. Jong Islamiaten Bond muncul sebagai wujud keprihatinan atas masih terkotak-kotaknya para pemuda dalam b…