Perjalanan kiprah Jong Sumatranen Bond telah menjadi bukti sejarah bahwa kehadirannya di tengah-tengah organisasi pemuda lainnya pada masa pergerakan memberi warna tersendiri dalam perjalanan bangsa Indonesia. Berawal dari keinginan untuk menyatukan berbagai suku yang ada di Sumatra, kemudian melebur ke Indonesia Muda.
Kebutuhan-kebutuhan yang mendesak akan kerani bersamaan dengan diperlakukannya politik liberal mendorong pemerintah Hindia Belanda memberikan pendidikan bagi kaum pribumi. Apabila pada akhir abad kesembilan belas pendidikan masih bersifat privat,khusus untuk anggota keluarga para Bupati di Jawa.
Di tengah semarak dan semangatnya pendirian museum baik oleh pemerintah,sswasta,maupun perorangan,buku ini diterbitkan untuk sekedar memberi gambaran sebagai persoalan museum yang justru tengah dihadapi museum-museum yang lebih dulu ada ada di Indonesia. Apresiasi publik terkait dengan pendirian museum yang kian hari kian semarak agaknya masih harus berpacu dengan kesiapan berbagai hal.
Di masa awal revolusi,visi bagaimana berlangsungnya Indonesia merupakan proses yang masih tampak samar-samar.Di Jawa Timur,terdapat tiga faktor yang melatarbelakangi kerjasama dan persaingan elite,yaitu faktor kepentingan,ideologi,dan cara pandang dalam melihat persoalan. Antara ideologi dengan kepentingan,seringkali keduanya menyatu. Sedangkan mengenai faktor ketiga,cara pandang dalam melihat …
Setelah 200 tahun kelahiran Raden Saleh,buku ini hadir bukan saja untuk menjernihkan kontroversi ihwal jiwa kebangsaannya yang dipertanyakan. Lebih jauh lagi untuk memperlihatkan bagaimana sang bangsawan,maestro lukis dan ilmuwan ini telah mewariskan sesuatu yang luar biasa mengejutkan pengaruhnya dalam sejarah pemikiran kebangsaan dan mungkin jauh di luar bayangannya sendiri.
Buku ini memuat biografi dua tokoh faham kebangsaan yaitu Haji Agus Salim dan Mohammmad Husni : Uraian dalam buku ini memuat juga pemikiran-pemikiran kedua tokoh tersebut. faktor-faktor yang mempengaruhi pemikiran mereka. komentar dan pandangan dari pihak luar serta karya-karya dari kedua tokoh itu.
Wawasan Nusantara itu adalah manifestasi dari hasil dialog dinamis bangsa kita antara lain dengan faktor historis dan kebudayaan. Karena itu dapat dikatakan bahwa kalau kita mempunyai kebudayaan dan sejarah maka tidak akan memiliki ketahanan nasional dalam bidang sosial-budaya. Perubahan sosial dan kulturil ditentukan oleh faktor intern dan ektern.
Buku ini menguak peran historis Gerakan Teosofi di Indonesia. Di balik tuduhan gerakan teosofi adalah bagian dari konspirasi Yahudi,dihubungkan dengan isu-isu aktual termasuk isu neolib,ternyata teosofi memberikan nuansa bagi cikal bakal sejarah pluralisme di Indonesia,yalni dengan mengikutsetakan semua unsur(pribumi,Eurasia,Belanda dan Cina).
Indonesia di ambang sejarah menyajikan uraian yang menggambarkan Indonesia dalam masa ambang sejarah. Gambarah perkembangan sejarah bangsa Indonesia pada saat itu ditemukan pada sumber-sumber tertulis luar negeri yang sezaman. Semua itu dpat kita ketahui dalam buku ini. lebih jauh buku ini mengajak kita untuk mengetahui perkembangan sejarah bangsa Indonesia pada masa awal sejarah.
Kepariwisataan perlu ditingkatkan dan diperluas untuk meningkatkan penerimaan devisa,memperluas lapangan kerja dan memperkenalkan kebudayaan, pembinaan serta pengembangan pariwisata dilakukan dengan tetap memperhatikan terpeliharanya kebudayaan dan kepribadian nasional. untuk itu perlu diambil langkah-langkah dan pengaturan yang lebih terarah berdasarkan kebijaksanaan yang terpadu.