"Di Rengasdengklok tidak ada perundingan suatu pun," tegas Bung Hatta. Selama "diculik" para pemuda di Rengasdengklok, Bung Hatta membantah bahwa ada perundingan untuk membahas proklamasi kemerdekaan . Justru di tengah kepentingan situasi kala itu, ada kebersamaan menarik yang ditunjukan Dwiyunggal , Sukarno- Hatta. Keduanya sibuk bergantian menggendong Guntur yang masih bayi. Bahkan saat mengg…
Diatas kapal Renville, Agus Salim membuat utusan Belanda yang menuduh RI menyalahi kesepakatan linggarjati bungkam "Apakah aksi militer yang Tuan lancarkan terhadap kami sesuai dengan perjanjian linggarjati? kalau Tuan-tuan melancarkan seali lagi aksi militer terhadap ka,i, kami akan mencapai pengakuan de jure di seluruh dunia."
Didalam tubuh nya mengalir darah Belanda,Prancis,dan Jawa, tapi semangatnya lebih menggelora ketimbang penduduk bumiputra. pemerintah kolonial Belanda menerakan cap berbahaya.
Selama ini kartini dimengerti orang hanya sebagai pendekar emansipasi wanita jawa.Lewat studei terhadap surat-surat dan notanya kepada mentri jajahan indenburg dan gubernur jendral rooseboom [1903], ddri arbaningsih-penulis buku ini -menunjukkan bahwa jangkauan emansipasi kartini lebih luas lagi,yakni emansipasi 'bangsa'jawa.
KH Wahab Hasbullah adalah orang yang membawa organisasi massa islam terbesar di Indonesia, NU kedalam ranah politik. Beliau tidak saja m,endirikan organisasi dibawah NU mewadahi kebutuhan para nadhiyyin tetapi juga mendirikan media-media massa milik NU.
Asal Mula Nama Indonesia: Berbicara tentang Indonesia, tentu banyak sekali hal yang perlu dan penting kita catat, terutama mengenai perkembangan Indonesia dari masa ke masa. Indonesia adalah bangsa yang besar, yang di dalamnya terdapat beraneka etnis, suku ras, agama, hingga budaya.
"Yang Silam, Yang Pedas", Indonesia dan Belanda sejak 1600 berkisah tentang masa silam bersama yang panjang ini. Pokok-pokok besar seperti penindasan kolonial, kekerasan, nasionalisme Indonesia, pergerakan kemerdekaan serta dekolonisasi digambarkan melalui benda-benda yang tersimpan di Rijksmuseum - Museum Negara di Amsterdam.
Buku ini dihadirkan dalam kerangka untuk melihat Indonesia dalam perjalanannya yang sudah seratus tahun pada kalender 2008. Pada tahun itu tepat seabad kebangkitan Indonesia, JIka titik waktu dari lahirnya Boedi Oetomo