Text
Dokter Soetomo
Pada tahun 1924, sesudah keberangkatan Soetomo, pemimpin-pemimpin Perhimpunan Indonesia berhubungan dengan Semaun dan Tan Malaka yang sedang dalam pembuangan. Pengaruh kedua orang ini diperlihatkan dengan keluarnya sebuah ketentuan yang menghimbau untuk “menyusun suatu aksi massa nasionalis yang didukung oleh kekuatan sendiri.” Organisasi ini kemudian tumbuh dengan bersikap lebih keras lagi terhadap pemerintah dan menginginkan kemerdekaan dan kebebasan dengan segera (1925). Segala usaha harus ditujukan untuk menghancurkan kekuasaan kolonial. ( Robert van Niel, 1984 : 292 – 296 )
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain