Karier politik Habibie dimuai ketika memenuhi panggilan pulang Presiden Soeharto saat hiruk pikuk peristiwa Malari tahun 1974. Rasa cinta pada tanah air "memaksanya" untuk melepas jabatan prestis sebagai Fice President di industri pesawat terbang, Messerchmitt Bollow Blohm (MBB), Jerman.